Blog Seotempltes

Blog Personal Seotempltes

Minggu, 25 Agustus 2013

Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi Lengkap - Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

Pengertian Motivasi Secara Umum adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Chung dan Megginson yang dikutip oleh Faustino Cardoso Gomes, menerangkan bahwa pengertian motivasi adalah tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang yang mengejar suatu tujuan dan berkaitan dengan kepuasan kerja dan perfoman pekerjaan.

McDonald memilih pengertian motivasi sebagai perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Motivasi merupakan masalah kompleks dalam organisasi, karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.

T. Hani Handoko mengemukakan bahwa Pengertian Motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.

A. Anwar Prabu Mangkunegara, memberikan pengertian motivasi dengan kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.

Morgan mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku, tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut, dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut.

Sedangkan menurut Mitchell motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela yang diarahkan ke tujuan tertentu.

Pengertian motivasi menurut Wexley & Yukl adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.

Gray lebih suka menyebut pengertian motivasi sebagai sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.
H. Hadari Nawawi mendefinisikan motivasi sebagai suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar.

Menurut Henry Simamora, pengertian motivasi menurutnya adalah Sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendaki.

Soemanto secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkah laku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya
Inilah Pengertian Motivasi Terbaru. Oh ya, Pengertian Motivasi Kakak publikasikan dengan harapan bisa membantu anda dalam emngumpulkan materi materi yang anda butuhkan. Semoga Pengertian Motivasi bisa melengkapi bahan bahan materi makalah, tugas akhir, tugas sekolah, ataupun karya ilmiah yang sedang anda susun. Akhir kata kakak ucapkan Terimakasih karena telah mengunjungi blog Pengertian Bahasa. Jika Pengertian Motivasi bermanfaat.. Silahkan berbagi dengan sahabat kalian di Facebook , Twitter maupun Google Plus.

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas


Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?

Jika diberi soal mengenai pendidikan karakter maka soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Misalnya, jika anda bertemu orang yang tersesat ditengah jalan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalananya apa yang anda lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menolong orang tersebut, entah memberikan uang ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki.

Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.

Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Menurut Helen Keller (manusia buta-tuli pertama yang lulus cum laude dari Radcliffe College di tahun 1904) “Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved”

Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar dan dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya. Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat. Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni “intelligence plus character that is the goal of true education” (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah, dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.

Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus diantara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter.

Menurut Qurais Shihab (1996; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan disini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.

Ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya sudah dipaparkan diatas, ada alat ukur yang benar sehingga ada evaluasi dan tahu apa yang harus diperbaiki, adanya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter berlangsung secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi. Ingat, Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terpenting adalah praktekan setelah informasi tersebut di berikan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.
Unknown Tips Sukses

Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis

Ada sebuah kata bijak yang dikutip dari sebuah perguruan Shaolin :
"Hidup adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman"

Kata tersebut di atas sangat dalam maknanya, demikian pula dalam pembahasan kali ini tentang "Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis." Pada saat akan memulai bisnis terkadang kita kebingungan dengan modal, skill self (keahlian kita sendiri) dan berbagai macam kendala yang terkadang ini menjadi penghambat untuk mulai berbisnis.
Pada dasarnya ketika akan membangun bisnis hal yang terpenting bukanlah modal ataupun skill self tapi lebih pada "keberanian," ya! Ini adalah tentang keberanian untuk memulai.

Mengapa demikian, pemaparan berikut adalah penuturan sekaligus pengalaman penulis yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis dari sejak 2009, berbagai kendala dan pastinya tantangan menjadi makanan sehari-hari. lalu bisnis apa? Nah, jika lebih spesifik seperti ini anda harus mampu mengolah apa yang selama ini menjadi hal yang paling disukai, karena ada istilah bijak "Do What You Love, And Love What You Do," saat kita memulai usaha dengan bidang yang kita sukai maka hasilanya akan semakin optimal.

Kemudian jika modal lemah, skill pun lemah maka cara terakhir adalah dengan membangun partnership atau lebih sedehananya membangun relasi dengan orang yang memiliki skill dan modal denagn cara seperti ini akan sangat efektif mendongkrak kehidupan bisnis anda. "Satu batang lidi akan mudah patah, sedangkan jika digabung batang lidi tadi akan lebih kuat dari kayu batangan sekalipun," demikian juga dengan bisnis kita maka akan lebih baik jika dibangun dengan orang lain (bermitra) apapun bisnis anda saat ini.
Lalu bagaimana dengan cara menemukan partner yang tepat?
Unknown Tips Sukses

Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis

Ada sebuah kata bijak yang dikutip dari sebuah perguruan Shaolin :
"Hidup adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman"

Kata tersebut di atas sangat dalam maknanya, demikian pula dalam pembahasan kali ini tentang "Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis." Pada saat akan memulai bisnis terkadang kita kebingungan dengan modal, skill self (keahlian kita sendiri) dan berbagai macam kendala yang terkadang ini menjadi penghambat untuk mulai berbisnis.
Pada dasarnya ketika akan membangun bisnis hal yang terpenting bukanlah modal ataupun skill self tapi lebih pada "keberanian," ya! Ini adalah tentang keberanian untuk memulai.

Mengapa demikian, pemaparan berikut adalah penuturan sekaligus pengalaman penulis yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis dari sejak 2009, berbagai kendala dan pastinya tantangan menjadi makanan sehari-hari. lalu bisnis apa? Nah, jika lebih spesifik seperti ini anda harus mampu mengolah apa yang selama ini menjadi hal yang paling disukai, karena ada istilah bijak "Do What You Love, And Love What You Do," saat kita memulai usaha dengan bidang yang kita sukai maka hasilanya akan semakin optimal.

Kemudian jika modal lemah, skill pun lemah maka cara terakhir adalah dengan membangun partnership atau lebih sedehananya membangun relasi dengan orang yang memiliki skill dan modal denagn cara seperti ini akan sangat efektif mendongkrak kehidupan bisnis anda. "Satu batang lidi akan mudah patah, sedangkan jika digabung batang lidi tadi akan lebih kuat dari kayu batangan sekalipun," demikian juga dengan bisnis kita maka akan lebih baik jika dibangun dengan orang lain (bermitra) apapun bisnis anda saat ini.
Lalu bagaimana dengan cara menemukan partner yang tepat?
Unknown Tips Sukses

Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis

Ada sebuah kata bijak yang dikutip dari sebuah perguruan Shaolin :
"Hidup adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman"

Kata tersebut di atas sangat dalam maknanya, demikian pula dalam pembahasan kali ini tentang "Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis." Pada saat akan memulai bisnis terkadang kita kebingungan dengan modal, skill self (keahlian kita sendiri) dan berbagai macam kendala yang terkadang ini menjadi penghambat untuk mulai berbisnis.
Pada dasarnya ketika akan membangun bisnis hal yang terpenting bukanlah modal ataupun skill self tapi lebih pada "keberanian," ya! Ini adalah tentang keberanian untuk memulai.

Mengapa demikian, pemaparan berikut adalah penuturan sekaligus pengalaman penulis yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis dari sejak 2009, berbagai kendala dan pastinya tantangan menjadi makanan sehari-hari. lalu bisnis apa? Nah, jika lebih spesifik seperti ini anda harus mampu mengolah apa yang selama ini menjadi hal yang paling disukai, karena ada istilah bijak "Do What You Love, And Love What You Do," saat kita memulai usaha dengan bidang yang kita sukai maka hasilanya akan semakin optimal.

Kemudian jika modal lemah, skill pun lemah maka cara terakhir adalah dengan membangun partnership atau lebih sedehananya membangun relasi dengan orang yang memiliki skill dan modal denagn cara seperti ini akan sangat efektif mendongkrak kehidupan bisnis anda. "Satu batang lidi akan mudah patah, sedangkan jika digabung batang lidi tadi akan lebih kuat dari kayu batangan sekalipun," demikian juga dengan bisnis kita maka akan lebih baik jika dibangun dengan orang lain (bermitra) apapun bisnis anda saat ini.
Lalu bagaimana dengan cara menemukan partner yang tepat?
Unknown Tips Sukses

Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis

Ada sebuah kata bijak yang dikutip dari sebuah perguruan Shaolin :
"Hidup adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman"

Kata tersebut di atas sangat dalam maknanya, demikian pula dalam pembahasan kali ini tentang "Tips Sukses Membangun Relasi Bisnis." Pada saat akan memulai bisnis terkadang kita kebingungan dengan modal, skill self (keahlian kita sendiri) dan berbagai macam kendala yang terkadang ini menjadi penghambat untuk mulai berbisnis.
Pada dasarnya ketika akan membangun bisnis hal yang terpenting bukanlah modal ataupun skill self tapi lebih pada "keberanian," ya! Ini adalah tentang keberanian untuk memulai.

Mengapa demikian, pemaparan berikut adalah penuturan sekaligus pengalaman penulis yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis dari sejak 2009, berbagai kendala dan pastinya tantangan menjadi makanan sehari-hari. lalu bisnis apa? Nah, jika lebih spesifik seperti ini anda harus mampu mengolah apa yang selama ini menjadi hal yang paling disukai, karena ada istilah bijak "Do What You Love, And Love What You Do," saat kita memulai usaha dengan bidang yang kita sukai maka hasilanya akan semakin optimal.

Kemudian jika modal lemah, skill pun lemah maka cara terakhir adalah dengan membangun partnership atau lebih sedehananya membangun relasi dengan orang yang memiliki skill dan modal denagn cara seperti ini akan sangat efektif mendongkrak kehidupan bisnis anda. "Satu batang lidi akan mudah patah, sedangkan jika digabung batang lidi tadi akan lebih kuat dari kayu batangan sekalipun," demikian juga dengan bisnis kita maka akan lebih baik jika dibangun dengan orang lain (bermitra) apapun bisnis anda saat ini.
Lalu bagaimana dengan cara menemukan partner yang tepat?
Unknown Tips Sukses